Jika Ngaji Dan Tauhidnya Benar, Maka Pasti Akan Ada Perubahan Akhlak Yang Mulia
Alhamdulillah kajian salaf atau sering disebut banyak orang yang sudah kenal ngaji dengan sebutan kajian sunnah sedang menggeliat, tumbuh dan tersebar dimana-mana. Dan hal ini tentulah sangat menggembirakan di berbagai tempat kajian dengan tema pembahasan aqidah dan tauhid tersebar di berbagai pelosok desa atau kota, bahkan media digital di era modern saat sekarang ini juga demikian temanya.
Lalu bagaimana cara mengukur diri kita yang sudah ngaji aqidah dan tauhid, bahkan ada yang sudah puluhan tahun mempelajarinya, apakah sudah benar aqidahnya atau belum?.
Asy-Syaikh Al-'Alâmah Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan tentang hal ini, dengan memberikan penjelasan:
١. يأمر بالتوحيد و ينهى عن الشرك
٢. يأمر بالصدق و ينهى عن الكذب
٣. يأمر بالعدل و ينهى عن الجور
٤. يأمر بالأمانة و ينهى عن الخيانة
٤. يأمر بالوفاء و ينهى عن الغدر
٦. يأمر ببر الوالدين و ينهى عن العقوق
٧. يأمر بصلة الأرحام و هم الأقارب و ينهى عن القطيعة
٨. يأمر بحسن الجوار وينهى عن سيئه
Islam itu mencakup aqidah dan syariat, maka ia telah sempurna dalam hal aqidah dan syariatnya.
Tanda-tanda jika seorang ngaji aqidah dan tauhidnya benar itu akan segera menghantarkan kepada kebaikan dan akhlak yang mulia:
1. Islam memerintahkan untuk mentauhidkan Allah dan melarang dari kesyirikan.
2. Memerintahkan untuk berkata dan berbuat jujur, dan melarang dari semua bentuk kedustaan.
3. Memerintahkan untuk adil dan melarang dari semua bentuk kecurangan.
Yang dimaksud adil adalah menyamakan dua hal yang sama dan membedakan dua hal yang berbeda. Bukanlah keadilan jika seorang menyamakan dua hal yang berbeda, semisal; menyamakan air dengan api, atau (menyamakan antara ustadz asli dengan yang ustadz gadungan atau palsu) atau Surga dan Neraka.
4. Memerintahkan untuk amanah dan melarang dari semua bentuk khianat.
5. Memerintahkan untuk menunaikan janji dan melarang dari semua bentuk mengingkari janji.
6. Memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orangtua dan melarang dari semua bentuk durhaka kepada keduanya.
7. Memerintahkan untuk silahturahmi kepada kerabat (yang memiliki hubungan darah) dan melarang dari semua bentuk memutuskan hubungan silahturahmi.
8. Memerintahkan untuk berbuat baik kepada tetangga dan melarang dari semua bentuk mengganggunya.
Intisarinya bahwa syariat Islam itu memerintahkan kepada akhlak yang mulia dan melarang dari semua kejelekan. Dan syariat Islam juga memerintahkan kepada semua amal kebaikan dan melarang dari semua kejelekan. (Syaikh Al-Utsaimin, Nubdzatun fî Aqidatil Islamiyyati, hal. 6-8)
Teruslah semangat belajar aqidah dan tauhid dan hadirilah majelis-majelis ilmu yang membahas hal itu, namun catat baik-baik, belajar aqidah dan tauhid itu harus mampu menghantarkan kita semua kepada perubahan kebaikan akhlak dan adab yang mulia, bukan malah sebaliknya!. Karena jika yang didapatkan malah kebalikannya, maka ini merupakan jebakan Iblis agar kita semua yang sudah kenal manhaj salaf menjadi jumawa dan sombong sebagaimana sifat Iblis ketika Allah perintahkan untuk sujud dalam rangka menghormati Nabi Adam 'alaihi sallam, dia enggan dan membangkang dari perintah Allah karena apa?, karena kesombongan Iblis, dia merasa lebih unggul dan tinggi dibandingkan Nabi Adam 'alaihi sallam. Atau memang salah dalam:
1. Salah pergaulan di sebuah komunitas kajian.
2. Salah dalam tahapan dan urutan belajar agama.
3. Atau memang dari awal salah memilih guru atau ustadz, yang sebelum ngaji kepada seorang ustadz ahlul fitan, dia awalnya memiliki peringai dan lisan yang baik, namun karena salah mengambil guru atau ustadz malah fitrahnya menjadi rusak, imannya rusak, akhlaknya rusak, lisannya tambah jahat, menjadi sales fitnah, ikut adu domba, ikut menghancurkan kehormatan muslim lain, tidak memiliki ilmu tabayyun yang benar dan berbagai kejelekan yang lain, dikarenakan hatinya menjadi rusak disebabkan salah berguru kepada da'i ahlul fitan (tukang fitnah, semisal pimpinan pesantren Mu'adz bin Jabal, Karanganyar Pekalonga, Jawa Tengah).
Semoga Allah menjaga para ustadz yang mengajarkan aqidah dan tauhid dimanapun berada, dan menjaga kita semua dari sifat dan sikap yang tak semestinya setelah sibuk belajar aqidah dan tauhid. Âmîn
و الله ولي التوفيق
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




Posting Komentar