Kenapa Banyak Yang Mempelajari Al-Qur'an, Namun Perubahan Kebaikannya Sedikit?

Table of Contents


Pengajaran tahsin Al-Qur'an di berbagai masjid sangat banyak.

Lembaga pendidikan Islam dari tingkat SD, SMP dan SMA bahkan pesantren-pesantren yang menyematkan kepada Al-Qur'an juga banyak.

Program-program offline dan online kaitan Al-Qur'an juga sangat banyak, bahkan program pengambilan sanad Al-Fatihah, atau qiraah saba'ah atau sampai sanad qiraah 'asyrah juga sangat banyak.

Kenapa banyak yang mempelajari Al-Qur'an dan nampak tersibukan dengannya, namun sedikit dari pengaruhnya dan perubahan kebaikannya?.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

سيخرج أقوام من أمتي يشربون القرآن كشربهم اللبن

"Banyak kaum yang muncul dari kalangan umatku yang mereka membaca Al-Qur'an seperti mereka meminum susu." (Shahihul Jami', no. 3653, hadits hasan)

Al-Imam Al-Manâwy rahimahullah menjelaskan dari maksud bacaan Al-Qur'an seperti meminum susu:

أي يسلقونه بالألسنتهم بغير تدبر  لمعانيه ولا تأمل في أحكامه بل يمر على ألسنتهم كما يمر اللبن المشروب عليها بسرعة

"Yakni; mereka mendidihkan Al-Qur'an dengan lisan-lisan mereka (nampak sibuk mempelajari Al-Qur'an) tanpa adanya tadabbur dari makna dan kandungan Al-Qur'an, dan tanpa adanya perhatian yang mendalam dari penetapan hukum-hukum ayat yang telah dibacanya, bahkan yang ada hanya sekedar lewat dari lisan-lisan mereka (yang penting sudah membacanya dan sibuk memperbagus makhorijul huruf, sifat dan hukum tajwidnya saja) sebagaimana sekedar lewatnya susu yang diminumnya dengan lisannya secara cepat." ( 4/118 ،فيض القدير)

Al-Qur'an hanya seperti susu yang diminum yang lezatnya hanya di lisan dan waktunya sangat sebentar, dan ia tidak memperbaiki ilmunya, imannya, akhlaknya dan muamalahnya.

Bagaimana kaum muslimin akan mampu mentadabburi kandungan Al-Qur'an, jika yang mengajarkan Al-Qur'an saja bahasa Al-Qur'an nya (bahasa arab) lemah?!.

Bagaimana kaum muslimin akan mampu memahami ketetapan hukum-hukum di dalam Al-Qur'an dengan baik, jika yang mengajarkan dan menjadi pemateri kajian sudah banyak yang larut dengan kajian tematik, bahkan mulai bermunculan da'i-dai yang mengisi kajian dengan buku terjemahan, sementara kitab ulama yang asli ada, dan mereka bukan penulis buku terjemahan tersebut, yang dijadikan sebagai pegangan materi kajian?!.

Jika da'i-da'inya mulai terbawa arus dengan pembahasan tematik, otomatis kajian kitab rutin akan sedikit peminatnya, dan program-program bahasa arab akan semakin ditinggalkan oleh kaum muslimin.

Sehingga jangan heran, sekarang banyak bermunculan orang-orang  yang mengaku diatas manhaj para sahabat, namun mereka menjadi khotib/ustadz palsu, padahal mereka jahil dari ilmu bahasa arab, namun sok mampu menasihati kaum muslimin di mimbar-mimbar jumat dan memberikan materi kajian di tengah kaum muslimin!.

Jika yang nampak sudah hijrah dan sibuk hadir ke kajian saja rusak pemahaman agamanya, bagaimana keadaan kaum muslimin secara umum yang belum kenal kajian dan hijrah?!.

Sementara Al-Qur'an itu berbahasa arab, hadits berbahasa arab, dan para sahabat juga berbahasa arab, bagaimana kaum muslimin akan memahami ketiganya dengan benar, jika para da'inya saja memilih yang enak dan simple saja, yaitu dengan kajian tematik dan membahas buku-buku terjemahan?!.

Sahabat Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu memerintahkan:

تعلموا العربية فإنها من دينكم

"Pelajarilah oleh kalian bahasa arab, karena ia adalah bagian dari agama kalian." (Iqtidha’ shiratal mustaqim 527-528 jilid I)

Belajar bahasa arab juga sebab akal menjadi kuat dan hati menjadi lembut:

Sahabat Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu menasihatkan:

تعلموا العربية فإنها تثبت العقل وتزيد في المروءة

"Pelajarilah oleh kalian bahasa arab, karena ia akan menguatkan akal dan akan menambah kehormatan diri." (Sunnan Al-Kubro, 3/342)

Bahasa arab itu jelas bagian dari agama, jika para da'inya mulai tidak perhatian dengannya, lalu bagaimana dengan nasib kaum muslimin?!.

Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah mewajibkan belajar bahasa arab:

يجب على كل مسلم و مسلمة أن يتعلم العربية

"Wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk belajar bahasa arab."

Sadarlah wahai para du'at al-kirâm dan kaum muslimin, bahwa menjauhkan umat Islam dari bahasa arab adalah misi besar dari musuh-musuh Islam untuk menjajah dan memperbodoh umat Islam dimana pun berada!.

Semoga nasihat yang sederhana ini, mencerahkan kaum muslimin dimana pun berada, dan bisa segera kembali ke jalan ilmu yang sesuai bimbingan ulama ahlu sunnah wal jamaah yang sebenarnya, bukan sekedar jargon saja. آمين

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

Posting Komentar