Anda Dizalimi?, Jangan Sedih Karena Allah Pasti Akan Membalas!
Anda pernah dizalimi dengan difitnah, jangan sedih karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja difitnah habis-habisan.
Anda pernah dizalimi dengan diadu domba, jangan gundah gulana karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja diadu domba.
Anda pernah dizalimi dengan dihancurkan kehormatan dan nama baikmu, jangan merasa sendiri karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja dirusak nama baiknya, apakah kehormatan beliau menjadi turun?, tidak akan pernah sama sekali.
Anda pernah dizalimi dengan disebarkan berita palsu di kalangan teman baikmu dan keluargamu, bahkan di hadapan orangtuamu?, jangan merasa pintu kebaikan dan rizki tertutup lalu engkau frustasi karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dijamin masuk Surga saja merasakan yang demikian, apalagi dirimu sabagai umatnya, harusnya anda bahagia karena yang dialami Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan engkau mengalaminya juga, semoga ini adalah tanda kejujuran bahwa engkau mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan sebenar-benarnya.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berbuat zalim kepada diri sendiri, apalagi perbuatan zalim kepada orang lain.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لا ضرر و لا ضرار
"Jangan menzalimi (mencelakakan) diri sendiri dan orang lain." (HR. Bukhari)
Beliau juga bersabda:
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
"Seorang disebut sebagai muslim itu adalah muslim yang lain selamat dari kejahatan lisan dan tangannya." (HR. Muslim)
Namun, jika anda pernah dizalimi dengan difitnah, diadu domba, dihancurkan kehormatanmu atau ditumbalkan sama mantan temanmu, maka jangan pernah sedih apalagi futur lalu malas beribadah!.
Lebih mendekatlah kepada Allah Yang Maha Adil dan bermunajatlah kepada-Nya, jangan sibuk mencari bantuan dari sesama manusia, karena manusia itu sama seperti kita yaitu makhluk Allah yang lemah, sehingga jangan terpedaya oleh jebakan Iblis agar engkau lebih sibuk mencari bantuan dan pembelaan dari makhluk yang hakikatnya sama-sama lemah, dan Iblis sengaja memalingkan anda untuk lebih dekat kepada Allah Yang Maha Kuat dan Yang Maha Adil.
Yakinlah, Allah pasti Allah membalas kezaliman yang anda dapatkan dari orang yang jahat kepadamu!.
Al-Imam Muqbil Al-Wadi'y rahimahullah berkata:
الظلم فاتورة باهظة الثمن و العجين أنها تسدد مرتين في الدنيا و الآخرة
"Kezaliman itu adalah seperti kwitansi yang memiliki harga yang sangat mahal, dan yang lebih menakutkan lagi harus dibayar dua kali di dunia dan di akhirat." (Qowa'id An-Nabawiyyah, 122)
Engkau dizalimi pasti yang menzalimi akan diperlakukan sama seperti itu pula.
Sebab
الجزاء من جنس العمل
"Balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan."
Sebagaimana Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahim hafidzahullah menasihatkan:
من يزرع يحصد
"Siapasaja yang menanam ia pasti akan memanen."
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Dan siapasaja yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah (sebiji sawi) pun, niscaya dia akan mendapatkan balasannya pula."
Sesungguhnya orang memfitnahmu, mengadu domba dan menjatuhkan kehormatanmu adalah pelaku dosa riba yang paling besar, walau dirinya tidak hutang bank, tidak KPR riba, tidak kredit kendaraan dengan jalan riba dan tidak melakukan transaksi ribawiyah, namun lisannya menjatuhkan kehormatan muslim yang lain, maka dia telah melakukan dosa riba yang paling berat (tinggi).
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّ أَرْبَى اَلرِّبَا عِرْضُ اَلرَّجُلِ اَلْمُسْلِمِ
"Dan sesungguhnya dosa riba yang paling berat dan yang parah itu adalah seorang menjatuhkan (merusak) kehormatan muslim yang lain." (HR. Ibnu Mâjah dan Al Hâkim)
Sebagaimana yang telah maklum di kalangan kaum muslimin bahwa pelaku riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan sempoyongan seperti orang gila di akhirat.
Orang yang kesibukannya menzalimi muslim lain dengan memfitnah, mengadu domba dan menghancurkan kehormatannya, aslinya dia itu memiliki gangguan kesehatan yaitu gangguan jiwa, harusnya orang yang fitrohnya masih lurus akan segera mencari obat untuk menyembuhkan kesehatannya, jika ada orang yang terkenal kesibukannya memfitnah, adu domba dan menghancurkan kehormatan muslim lain nampak kehidupannya biasa-biasa saja dan malah rizkinya lancar bahkan maju, ingatlah!, itu istidroj (diulur agar hukumannya lebih pedih) dari Allah agar tambah jauh dari ajaran agama Islam dan mengikuti jalannya Iblis la'natullah 'alaihi, meskipun nampak masih sholat lima waktu, namun sholatnya tidak mampu mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar sebagaimana firman Allah yang artinya; "Sesungguhnya sholat itu harus bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar", itulah jebakan Iblis dan bala tentaranya dari kalangan jin dan manusia.
Bergembiralah, wahai anda yang dizalimi!, la kok gembira?.
Karena orang yang zalim kepadamu itu adalah orang yang paling baik kepadamu, *sesungguhnya setiap hari orang yang zalim itu mengirimkan pahala kebaikannya untuk dirimu atau dosamu dikurangi dan dipindahkan ke orang yang menzalimimu karena dirinya telah memfitnah, adu domba dan merusak nama baikmu*, jadi gembiralah dan jangan mau bersedih apalagi jatuh sakit karena dizalimi!. Sebagaimana kegembiraan Al-Imam Hasan Bashri rahimahullah ketika beliau mendengar bahwa ada orang yang memfitnah dan menghancurkan nama baiknya.
Dan jika para pelaku kezaliman sudah sangat merusak dan mengancam nyawa, harta dan nama baik seorang muslim, terlebih kepada seorang da'i/ustadz, karena kehormatan ulama dan ahlul ilmi itu beracun, maka pembalasan Allah Jalla wa 'Alla itu lebih mengerikan kepada mereka, dan Dia Jalla wa 'Alla lebih mengetahui balasan yang terbaik untuk para pelaku kezaliman, terlebih kezaliman dengan jahatnya lisan mereka yang telah memfitnah, mengadu domba dan merobek kehormatan seorang muslim, terlebih kepada ulama dan ahlul ilmi disebabkan kemarahan dan kebencian mereka yang mengikuti jebakan Iblis la'natullah 'alaihi.
Allah Jalla wa 'Alla berfirman:
قُلۡ مُوتُوا۟ بِغَیۡظِكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِیمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
"Katakanlah, matilah kalian dengan sebab kemarahan dan kebencian kalian, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (QS. Ali 'Imran: 119)
Ayat ini adalah ancaman yang sangat keras dari Allah Jalla wa 'Alla kepada para pelaku kezaliman dimana pun berada, untuk jangan gegabah dan ceroboh dengan memfitnah, mengadu domba dan merusak kehormatan muslim lain, terlebih kehormatan ulama, da'i atau ustadz, maka balasannya yang layak untuk mereka yang sudah keterlaluan adalah kematian.
Al-Imam Ibnu Asakir rahimahullah mewasiatkan:
لُحُوْمُ الْعُلَمَاءِ مَسْمُوْمَةْ, وَعَادَةُ اللهِ فِيْ هَتْكِ أَسْتَارِ مُنْتَقِصِيْهِمْ مَعْلُوْمَةْ
“Kehormatan para ulama (orang-orang yang ilmu) itu beracun, Allah pasti menyingkap tirai para pencela mereka.” (Tabyin Kadzibil Muftari, hal. 29)
Dan barangsiapa yang telah memakan daging (kehormatan) ulama dan ahlul ilmi yang beracun dengan menjatuhkan dan merobek nama baik mereka, maka hanya tunggulah waktunya saja, dan sudah banyak terbukti di berbagai tempat dan dunia dari kasus memakan daging ahlul ilmi.
Balasan Allah Jalla wa 'Alla itu nyata:
1. Istrinya Dedi asal Garut mati disaat suaminya gencar memfitnah dan menebar berita bohong.
2. Muhammad Roziqin guru SMPN 3 Kajen dan pengurus DKM masjid Baiturrahim, Tanjungsari, Kajen, Pekalongan mati disaat masih terus memfitnah dan menebar berita bohong, karena dia kemakan informasi dari da'i ahlul fitan, yaitu Tasiwan pimpinan pesantren Mu'adz bin Jabal Pekalongan.
Salah satunya fitnah yang dia lontarkan di masjid Baiturrahim, Tanjungsari, Kajen, Pekalongan, dia memfitnah bahwa penulis melarang sholat sunnah, padahal itu MOU di program bahasa arab yang sudah disepakati sebelum dimulainya KBM, kalau tidak sepakat tidak mungkin KBM bahasa arab berjalan, silahkan simak video di bawah ini:
3. Tim sekolah Al-Atsar Solo mati tabrakan.
4. Asih mati disaat masih terus memfitnah dan menebar berita bohong, karena dia bergaul dengan Nuraeni istri dari da'i ahlul fitan, yaitu Tasiwan pimpinan pesantren Mu'adz bin Jabal Pekalongan, dan sebelum matinya Allah nampakan siksaan yang begitu mengerikan. Dan masih ada orang-orang yang mati karena kezaliman lisan, fitnahnya, adu domba, merusak nama baik dan dakwah yang belum disebutkan namanya.
5. Tasiwan mulai dihancurkan karena fitnahnya, adu dombanya, keangkuhannya dan kesombongannya.
6. Muhammad Nashrullah dibuka kedoknya dan pencitraannya karena menumbalkan orang yang telah yang membelanya, membantunya dan datang ke Pekalongan.
7. Bowo Prasetyio dibongkar sifat aslinya dan kebohongannya, yang tadinya banyak orang menganggap dirinya orang baik.
8. Danang Triviantoro sang pencetus pengkhianatan dan perencanaan kudeta dan menebar berita kebohongan di berbagai tempat, memutarbalikkan fakta dan didukung oleh Muhammad Fajar dan kakaknya Wahyudin dari Kebumen, Sutejo dari Medan, dan Hasan dari Garut yang sangat gencar memfitnah orang yang telah mengajarinya ilmu agama, tunggulah ketetapan Allah yang maha perkasa untuk kalian semua, dan kalian sudah diadzab dan kalian tak merasakannya.
9. Damsuki DKM masjid Baiturrahim, Tanjungsari, Kajen, Asep Gejlig Kajen yang bermuka dua, Hasibuan DKM masjid Perum Gandarum Kajen, Kasmudi dan Dzul Syukur, silahkan tunggu.
10. Manin dan Abu Najwa Sukyani Cibitung, sudah dibalas kejahatannya, namun belum mau merasa.
11. Fatah Kebumen yang tadinya merantau di Cibitung, yang minta bantuan kepada Abu Najwa Sukyani untuk membela kedustaannya.
12. Ummu Nisa dan suaminya Kisno, Mundi yang dahulu menjadi tajassusnya Tasiwan sekarang diceraiberaikan dan bermusuhan dengan Tasiwan beserta istrinya.
13. Lendor Ummu Jundi dan adiknya Obet yang dahulu menjadi tajassusnya Tasiwan sekarang telah membuktikan kezaliman dan kebohongan Tasiwan beserta istrinya.
14. Riyadh Abu Fatih dari Tasikmalaya karena menumbalkan temannya sendiri, tunggulah ketetapan yang halal untukmu.
15. Bagus dari Wonogiri tinggal di Depok kerja di Nuraida Bogor, dengan kebohongan dan sifat munafiknya.
16. Budianto Solo yang tinggal di Jepara, yang telah merusak nama baik, kehormatan dan dakwah, karena ia telah membohongi Bapak Fatahan tentang pembelian tanah untuk Islamic Center di Pekalongan.
17. Dan siapa pun dan dimana pun berada, yang telah memfitnah, menebarkan fitnah, merusak nama baik dan kehormatan, terlebih dakwah, maka tunggulah ketetapan Allah yang mengerikan, karena Allah tidak tidur dan tak akan pernah rela seorang muslim difitnah, terlebih seorang da'i yang dirusak nama baiknya dan dihancurkan dakwahnya, jika kalian tidak meminta maaf secara langsung dan meminta untuk dihalalkan sebelum kematian datang kepada kalian.
Semoga Allah memberikan kesabaran yang kuat kepada siapa pun dan dimana pun yang telah dizalimi orang lain dan menunjukan pintu hidayah bagi yang pernah, sedang atau akan menzalimi muslim lain, apalagi ditujukan kepada da'i ahlu sunnah wal jama'ah yang mengajarkan ilmu agama kepada kaum muslimin. آمين
نسأل الله ثباتا على الحق حتى نموت
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين






Posting Komentar