Fenomena Pencari Ilmu Zaman Now
Keahlian penuntut ilmu zaman shalafush shalih itu menjalankan akhlak dan adab dalam menuntut ilmunya.
Keahlian pencari ilmu zaman now jagonya Menuntut.
Kok pencari ilmu?.
Karena, kalau sudah disebut sebagai penuntut ilmu itu tentulah yang berakhlak dan beradab dalam menuntut ilmunya.
Penuntut ilmu itu sebutan untuk orang-orang yang bukan kaleng-kaleng.
Bukan, yang jagonya menuntut pinginnya dimengerti, akan tetapi nggak mau mengerti akhlak dan adab dalam menimba ilmu.
Bukan yang jagonya menuntut dirinya disabari.
Bukan yang jagonya menuntut dirinya terus dilembuti, padahal banyak yang hijrahnya sudah senior.
Bukan yang jagonya hanya menuntut ustadznya harus terbebas dari kesalahan, memangnya ustadz itu Nabi apa ya?.
Bukan yang jagonya menuntut ustadznya yang bergelar, namun dirinya saja tak bergelar.
Kalau mau menggelar tikar atau karpet buat rebahan atau tiduran mah silahkan.
Maunya sama ustadznya yang terkenal dari alumni kampus, markas atau ma'had terkenal, namun dirinya saja kagak terkenal.
Pas giliran mereka dituntut oleh syariatnya Allah Ta'ala dan Rasul-Nya.
Mulai muncul, ucapan yang aneh-aneh dari lisannya:
Kan butuh proses.
Belum siap.
Harusnya kan gini.
Wah belum cocok tuh.
Tapikan... kan... kan.
Inikan... kan... kan.
Segudang alasan dikeluarkan, padahal yang menuntutnya itu adalah yang menciptakannya dan yang memberi rizki mereka yaitu Allah Jalla wa 'Alla.
Dan lebih miris lagi orang yang menyampaikan nasihat yang sesungguhnya itu dari Allah dan Rasul-Nya, malah dibully.
STOP JAGO MENUNTUT!.
Dakwah itu yang paham ya pelaku dakwahnya, bukan setiap orang berbicara dakwah atau tukang mengomentari dakwah!.
Ingatlah kerusakan itu akan terjadi jika yang menyerukan sesuatu bukan bidangnya!.
Jamaah kajian itu tugasnya mengambil ilmu dan mengamalkannya, bukan membanding-bandingkan para da'i, karena mereka pasti ada kelebihan dan kekurangannya.
Tak melakukan adu domba antar da'i sana-sini, karena para da'i itu bukanlah domba sehingga tak pantas diadu, domba yang asli saja tak boleh diadu, apa lagi orang-orang yang mulia menyeru ke jalan Allah, masa dijadikan domba dan diadu sana-sini, sehingga menimbulkan kerusakan dimana-mana, maka dosanya sangat besar.
Para da'i itu sulit untuk cek-coknya, jika tak ada calonya.
Aslinya para da'i sama-sama sibuk menimba ilmu dan berdakwah, kapan akan ada waktu ributnya?, kecuali memang ada tukang kompornya.
Cek-coknya para da'i itu karena adanya calo yang tak bermutu, yang sibuknya membicarakan fitnah dan menebarkannya.
Dinasihati oleh ustadznya, malah balik sok menasihati dengan jalan berbagai alasan.
Salah alamat!.
Yang lebih aneh lagi ustadz yang diambil ilmunya saja tak lepas dari lisan jahatnya.
Bagaimana mau berkah ilmu yang didapatkan?!.
والله ولي التوفيق
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




Posting Komentar