Propaganda Drama Korea

Table of Contents


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan dalam semua hal, maka wajib bagi kita semua baik sebagai orangtua atau guru untuk membimbing dan mengarahkan anak-anak untuk mencintai serta meneladani Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ustadz/ustadzah asli akan disebut sukses dalam mengajar dan membimbing anak didiknya, apabila ia mampu menjadikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat sebagai sosok idola, teladan dan penyemangat meraih cita-cita anak didiknya.

Begitu pula orangtua akan disebut sukses dalam menyekolahkan anak-anaknya, manakala mereka mampu mempertahankan hasil didikan ustadz dan guru di sekolah atau pesantren ia belajar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat adalah teladan yang terbaik.

Namun jika anak-anak masih mengidolakan selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, semisal: ultraman, spiderman, naruto, batman, anime atau semisalnya maka guru dan orangtua masih memiliki PR besar dalam mendidik anak-anaknya.

Terlebih di zaman fitnah ini masih banyak para santriwati yang sudah mondok tahunan di pesantren ada embel-embel sunnah, namun mengidolakan para “laki-laki cantik” drakor lah atau anu lah yang jelas bukan dari negeri muslim dan yang orangnya juga bukan beragama Islam.

Lalu di mana letak kesuksesan sebagai ustadz, guru dan pengawasan orangtua kaitan anak-anaknya yang masih bebas gonta-ganti foto profil WhastApp dengan tampilan artis korea yang tidak sama sekali pantas dilakukan oleh yang mengaku sebagai santriwati.

Wahai para ustadz, guru dan orangtua, renungkanlah sejenak!, sampai kapan ini akan terjadi?.

Jika kita tidak berjuang untuk mereka siapa lagi?.

Mari selamatkan generasi pejuang Islam kita dari fitnah kaum Kuffar, liberal, sosialis, kejawen, feminisme dan penjajahan modern yakni Drakor ala koreaan dengan kita didik mereka untuk meneladani Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat beserta Shohabiyat.

Agar mereka cinta Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, Khalid bin Walid, dan para pejuang Islam lainnya.

Khususnya untuk anak-anak wanita yang menyandang sebagai santriwati ataupun penuntut ilmu, maka kenalkan dan tanamkanlah siapa itu “Sumayyah!?” yang mana beliau adalah wanita pertama syahidah di jalan Allah Ta’ala karena mempertahankan kalimat tauhid.

Di Korea Utara saja dilarang K-Pop dan sejenis, karena akan merusak rakyatnya. Kita negara dengan jumlah kaum muslimin dengan populasi terbesar, namun menjadi pencandu judi online tertinggi dan pecandu propaganda drakor, k-pop dan semisalnya yang paling tinggi, apakah kita tidak merasa malu?.

Dan sudah banyak status santriwati yang rusak, karena orangtuanya memberikan hp dan data internet dengan bebas ketika liburan di rumah, sehingga ganti foto profil artis korea, dan tentulah mereka orang-orang kafir yang belum disunat.

Apakah anda akan membiarkan kerusakan yang semakin menjadi-jadi ini?.

Ya Allah, mudahkanlah kami, baik sebagai ustadz, guru dan orangtua dalam mendidik anak-anak kami dan jauhkanlah dari para perusak generasi kami. Âmîn

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Posting Komentar