Tanda Hari Kiamat Semakin Dekat Dengan Banyak Orangtua Memanjakan Anak-anaknya

Table of Contents


Salah satu tanda hari kiamat yang banyak tidak disadari adalah orangtua terkhusus ibu menjadi budak anak-anaknya.

Dengan alasan sayang kepada anak, banyak ibu yang menjadi budak anak-anaknya.

Ibunya sibuk memasak, mencuci, menyapu, mengepel, dan bahkan ada yang ikut membantu mencari nafkah, namun anaknya seperti raja yang dilayani terus oleh orangtuanya. Di rumah disediakan hp, wifi atau internet dan dibebaskan tanpa pengawasan, main hp sampai dibawa masuk ke kamarnya, tunggulah kerusakannya!.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا

“Jika Ibu (dijadikan budak oleh anaknya sendiri) telah melahirkan tuannya (anak-anak yang memanfaatkan kasih sayang ibunya sehingga seperti raja di atas penderitaan ibunya).” (HR. Muslim)

Dari hari ke hari semakin menyedihkan kondisi kaum muslimin, terlebih kedua orangtua terkhusus lagi seorang ibu yang telah mengandung dan menyusui anak-anaknya.

Banyak anak sampai besar seperti raja dan orangtua juga menganggap sebagai bentuk sayang kepada anak-anaknya. Padahal semacam ini bukanlah termasuk kasih sayang dari orangtua dan sebagai anak telah durhaka kepada kedua orangtuanya terkhusus ibunya.

Ya benar, anak itu wajib disayang dan dilayani, akan tetapi dilayani harus ada batasan umur yang ditentukan oleh agama bukan kebablasan sampai-sampai seorang ibu menjadi budak anaknya.

Orangtuanya capek dari muda sampai tua mengurusi dan mengikuti kemauan anak-anaknya.

Orangtua banting tulang siang malam sampai istirahat kurang dan semua hal kurang demi melayani tuannya yang kurang ajar yaitu anaknya tak tau diri.

Seorang anak bukannya memberikan nafkah setiap hari dan membahagiakan kedua orangtuanya terkhusus ibunya, akan tetapi dia malah menjadikan ibunya sebagai budak dan hanya ongkang-ongkang kaki dan bangun tidur seenaknya sendiri lalu ketika lapar tinggal bilang; "ibu/mak sudah ada makan belum, padahal ia sudah dewasa bahkan sudah keluarga, namun perilakunya seperti bocah TK, maka terlaknatlah anak-anak model yang seperti ini, menjadikan ibunya sebagai pembantu dan budaknya!.

Ibu dijadikan tameng dan alat untuk mencari hutang dan kurang ajarnya dia bertugas hanya menghabiskan dari jerih payah ibunya, sekali lagi terlaknatlah model anak seperti ini.

*Catatan penting*: terkadang anak menjadi durhaka karena sebab orangtuanya sendiri, contoh;

1. Orangtua tidak berani meminta hak-haknya kepada anak-anaknya ketika membutuhkan, sehingga terkena godaan Syaithon bahwa orangtua sudah mampu tidak perlu dikasih nafkah, ini keliru dan masuk ke perangkap Iblis. Sehingga anak tidak mengirim nafkah untuk orangtua dan otomatis akan jarang pulang menjeguk orangtuanya yang aslinya sangat rindu kepada anak-anak serta cucu-cucunya.

Anak itu harus diingatkan dan diminta jika dia lupa untuk berbuat baik dengan kasih sayangnya dan hartanya. Dan anak tidak boleh menunggu diminta oleh orangtuanya lalu baru memberikan hartanya, karena dahulu ketika masih kecil orangtuanya itu memberikan kebutuhan anak-anaknya tanpa diminta-minta atau ditegur, kenapa sekarang engkau wahai anak menunggu diminta.

2. Orangtua tak tega tegas bahkan galak ketika anak melanggar aturan agama, semisal kewajiban sholat dan puasa ramadhan, sehingga ketika sudah besar mereka menguasai orangtuanya.

3. Orangtua memuji anaknya di depan nya secara langsung, baik di lingkup keluarga, saudara atau masyarakat umum sehingga anak merasa dibutuhkan oleh orangtua dan dia menjadi congkak karena merasa dispesialkan, ini wajib dihindari bagi orangtua agar tidak mencelakakan dirinya sendiri di kemudian hari.

Orangtua itu harus memiliki sikap yang dicontohkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu:

1. Lembut

2. Tegas

3. Galak

4. Humoris

Empat sifat ini harus dimiliki orangtua dan digunakan empat sikap ini sesuai kondisi anak-anaknya. Sehingga anak di bawah penguasaan dan pengawasan orangtua sesuai aturan agama.

Oleh karenanya sangat penting bagi para orangtua itu menuntut ilmu agama dan mencontohkan kebaikan di depan anak-anak, agar mereka meniru yang telah didapatkan menuntut ilmu agama.

Jangan ajarkan untuk *"JARKONI" biso ngajari ora biso klakoni* (bisa mengajari tetapi tidak bisa menjalankan/mencontohkannya, ini juga wajib dihindari, misal contoh; orangtua menyuruh sholat maka wajib orangtua juga harus mencontohkan sholat, tak mungkin anak hanya sekedar dituntut namun minim contoh dari kedua orangtuanya.

Intinya, semua jenis dan bentuk perbudakan anak kepada orangtuanya terkhusus ibunya, maka dia adalah anak yang durhaka dan Allah melaknat model anak-anak yang seperti ini.

Dan semua bentuk kedurhakaan akan Allah balas kontan di kehidupan dunianya dan di akhirat akan Allah siapkan pedihnya siksaan Neraka.

Semoga mencerahkan dan bermanfaat untuk kita semua. آمين

و الله ولي التوفيق

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Posting Komentar