Jasa Ustadzmu Tak Akan Terbayarkan
Ustadz itu adalah dokter hati.
Ustadz merupakan mutiara yang sangat berharga diantara manusia.
Dengan sebabnya, orang jahil menjadi berilmu.
Dengan sebab bimbingannya, menjadikan seorang anak berbakti kepada orangtuanya.
Dengan sebab kesabarannya, orang yang buruk akhlaknya menjadi orang yang tinggi sopan santunnya.
Dengan sebab tarbiyahnya, engkau menjadi seorang yang mulia, sesuai yang Allah Ta'ala janjikan:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang berilmu lebih tinggi beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)
Dengan sebab bimbingan ustadzmu lah, engkau menjadi manusia yang sebenarnya dan mulia, tidak pandang apalah dirimu di zaman dulu.
Lembut, tegas, dan bahkan kerasnya dalam mendisiplinkan anak didiknya adalah bentuk kasih sayang ustadzmu wahai murid, agar engkau sukses dalam menggapai ilmu.
Tak akan terbayar sedikitpun jasa ustadzmu, yang menjadi sebab engkau dan para penuntut ilmu berubah mulia.
Jika hartamu, amalmu atau apapun yang engkau miliki itu diberikan semuanya kepada ustadzmu, maka semua itu tidak akan pernah bisa menggantikan dan membayar banyak jasa mulia ustadzmu kepadamu.
Oleh karenanya, doakanlah kebaikan untuk ustadzmu!.
Muliakanlah ustadzmu!.
Kunjungilah ustadzmu!.
Mintalah nasihat kepada ustadzmu dan mohonlah agar tetap dibimbing, meskipun engkau jauh (sudah menjadi alumni)!.
Jaga hubungan baik kepada ustadzmu!.
Berikanlah hadiah kepada ustadzmu, dengan amal, aktivitas kebaikan dan hartamu!.
Keberkahan ilmumu itu akan datang kepadamu wahai murid dengan jalan dirimu menghormati, memuliakan dan mendoakan ustadzmu!.
Kecelakaan dan kesulitan akan menimpamu wahai murid, karena tidak peduli dengan keadaan ustadzmu!.
Semoga Allah menjaga ustadz kita semua dimana pun mereka berada dan merahmati bagi mereka yang sudah Allah Ta'ala wafatkan, dan selalu berbaktilah dan berbuat baiklah serta banggakanlah ustadz kita semua yang masih hidup. Âmîn




Posting Komentar