Kondisi Mengerikan Para Da'i Pencitraan Dan Para Ustadz Palsu Di Akhirat
Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata:
العلماء ثلاثة أقسام: عالم دولة، و عالم أمة، و عالم ملة
"Da'i itu terbagi menjadi tiga: da'i penguasa, dan da'i pengikut jama'ahnya dan da'i yang hanya mencari ridho Allah."
Penjelasan pembagian tiga jenis da'i:
1. 'Âlim Daulah adalah da'i yang fatwanya hanya sesuai dengan kemauan penguasa yang sedang berkuasa saja.
2. 'Âlim Ummah (da'i pencitraan) adalah da'i yang mengikuti kemauan panitia kajian yang mengundangnya dan jama'ahnya, dia tidak berani nahi mungkar dengan alasan 'dakwah itu harus bertahap', sementara bertahun-tahun tidak ada perubahan, karena aslinya dia takut tidak diundang lagi dan takut kehilangan pengikutnya serta 'ladang basahnya', dan biasanya da'i tipe ini disukai panitia dan jama'ah kajian, karena materi yang diajarkan sesuai kemauan dan hawa nafsu mereka, Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan da'i model yang seperti ini lebih berdosa dari da'i yang pertama, karena dia menghamba kepada orang-orang yang seharusnya diajarkan olehnya.
3. 'Âlim Millah adalah da'i yang hanya mencari ridho Allah saja, dan dia tidak peduli dengan cacian atau pujian dari manusia, yang dia harapkan adalah mengajar manusia ke jalan Allah, Nabi-Nya diatas pemahaman sahabat yang benar, bukan hanya sekedar jargon saja, dia lah yang disebut sebagai orang yang 'Âlim Robbani, yang seharusnya kaum muslimin mengambil ilmu kepadanya saja.
Da'i yang pertama dan yang kedua tidak akan mendatangkan kebaikan dan perubahan kepada muslimin, terlebih khusus lagi 'Âlim Ummah (da'i pencitraan) itu hanya mengajak untuk senang-senang, rutinitas dan nampak sibuk kajian, namun aslinya sangat merusak, karena mereka itu orang-orang yang lebih sibuk mencari ridho manusia, sehingga kegiatan mereka hanya merugikan waktu, harta dan pikiran kaum muslimin, yang mereka aslinya ingin belajar dengan benar, namun salah orang dalam mengambil ilmu, yang lebih memprihatinkan lagi banyak dijumpai orang-orang belajar kepada da'i pencitraan itu tidak sadar bahwa fitrah mereka malah rusak, sehingga tidak mengerti apa yang harus dirubah segera dari kesibukan mereka hadir di berbagai kajian, yang harusnya mereka sibuk perbaikan ilmu, iman, akhlak dan muamalah, bahkan ada orang-orang yang malah rusak akhlak dan lisannya karena salah memilih duduk di sebuah kajian, wallahul musta'an.
Da'i asli namun pencitraan saja membahayakan kaum muslimin, bagaimana yang hadir di kegiatan para ustadz dan khotib palsu, maka merugilah kaum muslimin.
Siapakah yang disebut ustadz palsu itu?.
Mereka itu orang-orang yang tidak bisa membaca kitab arab gundul (kitab kuning) dan tidak menguasai berbagai cabang ilmu agama, namun sok mengajar ilmu agama kepada kaum muslimin dengan tampil menjadi khotib, kultum, bahkan ada yang nekat mengisi kajian, inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Perilaku para da'i pencitraan dan para ustadz palsu:
Allah Ta'ala berfirman:
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Mengapa kalian menyuruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kalian melupakan diri (kewajiban) kalian sendiri, padahal kalian membaca Al Kitab? Maka apakah kalian memiliki akal?!.” (QS. Al-Baqarah: 44)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan?.” (QS. As-Saff: 2)
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. As-Saff: 3)
Al-Imam Bukhari rahimahullah adalah salah satu Ulama yang dicintai oleh seluruh kaum muslimin di dunia, beliau menasihatkan untuk kita semua:
العلم قبل القول و العمل
“Ilmu (berilmu dahulu) itu sebelum berkata dan beramal.” (Shahih Bukhari)
Para da'i pencitraan itu membuat bodoh kaum muslimin, dan kegiatan para ustadz palsu itu membuat sifat munafik kaum muslimin.
Sementara kengerian di Neraka untuk para da'i pencitraan dan para ustadz palsu telah disiapkan, jika mereka tidak bertaubat sebelum matinya.
في جهنم أرحية تطحن العلماء طحنا، فقيل: من هؤلاء؟، قال: قوم علموا فلم يعملوا
"Di dalam Neraka Jahanam ada sebuah penggilingan yang benar-benar menghancurkan orang-orang yang pura-pura berilmu di kehidupan dunianya (para da'i pencintraan yang nurutnya kepada panitia kajian dan jamaahnya, karena takut ditinggal pengikutnya dan para ustadz palsu yang tidak bisa bahasa arab dan berbagai cabang ilmu agama yang wajib dikuasai, namun sok tampil mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat), lalu ditanyakan: 'siapakah mereka itu?', maka jawabannya: 'mereka itu adalah orang-orang yang mengetahui hukum agama, namun mereka tidak mengerjakannya." (Al-Imam Fudhail bin Iyyadh, Raudhatul 'Uqalâ' wa Nuzhatul Fudhalâ', 35)
Semoga tulisan yang sederhana ini bermanfaat untuk kita semua dan kaum muslimin semakin berhati-hati dalam mengambil ilmu agama, jangan sampai salah memilih kajian seorang ustadz!.
و الله ولي التوفيق
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




Posting Komentar