Menyesal Di Akhirat Karena Salah Memilih Teman Di Dunia

Table of Contents


Pertemanan itu bukan hanya di dunia, namun pertemanan itu akan dibawa sampai akhirat, oleh karenanya jangan sampai salah pilih teman.

Di akhirat nanti ada orang-orang yang saling memuji, karena benar dalam memilih teman di dunianya, dan ada orang-orang yang saling caci maki di akhirat karena salah memilih teman di kehidupan dunianya.

Di dalam Al-Qur'an dijelaskan akan ada orang-orang yang merugi, karena salah memilih teman.

Allah Ta'ala berfirman:

يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

"Celakalah aku; seandainya aku dahulu di kehidupan duniaku tidak menjadikan si fulan itu menjadi teman akrabku". (QS. Al-Furqon: 28)

Asy-Syaikh As-Sa'di rahimahullah di dalam kitab tafsirnya menjelaskan: "kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dahulu di dunia tidak menjadikan si fulan,” yaitu setan dari bangsa manusia atau bangsa jin “sebagai teman akrab,” yakni sebagai teman dekat. Aku telah memusuhi manusia yang paling tulus kepadaku (yang menasihati kebaikan agama), manusia yang paling baik kepadaku dan manusia yang paling sayang kepadaku, dan aku telah setia kepada musuh yang paling memusuhiku, yang kesetiaanku kepadanya sama sekali tidak berguna bagiku kecuali kesengsaraan, kerugian, kehinaan, dan kebinasaan".

Allah Ta'ala berfirman:

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

"Dan mereka berteriak di dalam Neraka itu: 'wahai Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh yang berbeda dengan yang telah kami kerjakan dahulu". Dan apakah Kami (Allah) tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang memiliki akal sehat, dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan?  maka rasakanlah azab Kami dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun juga". (QS. Fatir: 37)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan kita semua untuk memilih teman yang baik agamanya, beliau bersabda:

الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخلل

"Seseorang itu mengikuti kebiasaan perilaku agama temannya, maka wajib bagi kalian untuk memilih teman yang baik agamanya." (HR. Abu Dawud)

Salah memilih teman di kehidupan dunia akan menjadi musuh di akhirat.

Allah Ta'ala berfirman:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Zaman masih hidup di dunia nampak akur dan sangat akrab diatas kesalahan dan kerusakan, sehingga nanti di akhirat akan saling menyalahkan, caci maki dan menjadi musuh!.

Dahulu ketika di kehidupan dunianya hanya memilih hal-hal yang nampak (ma'ruf) baik saja dan meninggalkan nahi mungkar (mencegah perbuatan keji dan mungkar);

1. Mendiamkan saudara muslimnya diatas kesalahan atau kekeliruan dalam memahami sebuah dalil dengan terus ngompak  bergaul dan akrab dengannya.

2. Tidak berani menasihati atau menegur kesalahan temannya, karena khawatir tersinggung dan nantinya ia dijauhi oleh temannya tersebut.

3. Toleransi kebablasan kepada temannya yang melakukan kesalahan atau terkena syubhat.

Contoh sederhananya adalah ada dua teman bertetangga, satu rajin sholat ke masjid lima waktu dan satunya tidak, jika di kehidupan dunianya dahulu tidak mengajak untuk shalat dan mengingatkannya, maka temannya itu akan menjadi musuh di persidangan Allah, orang yang merasa tidak diajak dan dituntun ke jalan yang baik, maka ia menuntutnya di akhirat dengan mengatakan: "aku dahulu ingin baik ya Allah, akan tetapi teman saya bahkan tetangga tidak mengajak dan menegur kesalahanku ya Allah, lalu temannya menjawab;"dahulu aku sudah mencontohkan ya Allah", lalu temannya menjawab lagi;"ia hanya mengurusi dirinya ya Allah."

Intinya mereka berdua saling menyalahkan bahkan caci maki di antara mereka dan tidak mau mendapatkan adzab atau siksaan sendiri, karena aslinya ingin berubah baik, akan tetapi didiamkan oleh orang yang nampak baik agamanya di kehidupan dunia, namun temannya itu tidak mengamalkan amar ma'ruf dan nahi mungkar maka temannya tersebut menjadi musuhnya di akhirat kelak.

Adapun kehidupan seorang mukmin, berani ambil resiko karena ini perintah agama, meskipun tidak disukai dan dijauhi oleh orang yang ia menjalankan amar ma'ruf dan nahi mungkar, nampaknya di kehidupan dunianya saling berjauhan karena ketika diberikan nasihat menjauh, dadanya nyesek, membenci bahkan memusuhi. Akan tetapi di persidangan Allah akan memuji temannya yang nampak tidak akur di dunia dengan semisal ucapan: "aku bisa baik karena jasanya mengingatkanku ya Allah", lalu temannya menjawab; "tidak ya Allah ia berubah baik karena usahanya ya Allah, temannya menjawab lagi; "tidak ya Allah, saya berubah karenanya ya Allah", intinya saling memuji di antara keduanya, walau di kehidupan dunianya nampak kurang akrab dan bisa jadi menjauhi temannya karena tak terima dinasihati atau ditegur dari kekeliruannya, namun ia menjalankan ibadah yang mulia yakni amar ma'ruf dan nahi mungkar.

Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah menasihatkan: "sebaik-baiknya teman itu adalah orang yang paling keras memberikan nasihat kepadamu, karena ia orang yang paling sayang kepadamu".

Akhir kata, mumpung kita masih hidup di dunia, pilihlah untuk dekat dengan saudara dan teman yang baik agamanya:

1. Orang yang berani menegurmu ketika engkau salah.

2. Orang yang berani menahan kezalimanmu ketika engkau zalim.

3. Orang yang berani membentakmu ketika engkau membangkang dari aturan agama.

4. Orang yang keras kepadamu ketika engkau meremehkan aturan Allah dan Nabi-Nya.

Memilih teman dekat yang baik agamanya saja wajib, apalagi memilih majelis ilmu dan ustadz serta teman kajian, maka lebih wajib untuk lebih berhati-hati.

Jangan sampai salah bergaul dengan teman 'komunitas kajian', jangan belajar kepada da'i yang pencitraan, apalagi dekat dengan ustadz palsu, karena akhiratmu taruhannya!.

Ya Allah, lindungilah orang-orang yang baik agamanya dan panjangkanlah umur mereka untuk terus menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar, sehingga negeri ini Engkau berkahi, Ya Rabb. آمين

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Posting Komentar