Renungan Syawal
Mari merenung ya ikhwan wa akhwat!.
Silih berganti Bulan suci Ramadhan datang dan pergi.
Silih berganti Idul Fitri datang dan pergi.
Bolak-balik engkau hadir ke majelis ilmu.
Silih berganti engkau katanya mengambil ilmu dari para Ustadz baik yang terkenal maupun tidak, yang bergelar akademik maupun tidak, lulusan luar maupun dalam negeri.
Namun...
Mana perubahan lisanmu dari ilmu yang telah engkau ambil?.
Mana perubahan perilakumu dari banyak hadir di majelis ilmu?.
Mana perubahan muamalahmu sesama ahlu sunnah (yang katanya sudah disebut akhi/ukhty) apalagi kepada kaum muslimin secara umum?.
Lagi dan lagi yang banyak nampak hanya perubahan pakaian, kendaraan, hp dan cat rumahmu.
Ada berita miring hanya diam tanpa tabayyun, bahkan ikut menyebarkan berita yang belum jelas, apa hal ini ada contohnya dari para Salafhus Shalih?.
Mana perubahan janjimu jika sudah berjanji?.
Mana hasil yang katanya sibuk belajar dan hadir pembahasan aqidah dan tauhid?.
Kapan ucapan "in syaa Allah" mu berubah menjadi nyata bukan sekedar sebagai pemanis janji, namun ujungnya PHP dan PHP lagi.
Apakah para salaf mempermainkan ucapan "in syaa Allah"?.
Yang mempermainkan ucapan "in syaa Allah" orang Yahudi, tidak percaya?.
Silahkan buka, bacalah dan tadabburilah kandungan surat Al-Baqarah (ayatnya silahkan dicari sendiri, biar membuka dan membaca Al-Qur'an lebih lama ya ^_^).
Hadir ke majelis ilmu bukan sekedar yang dihitung berapa banyak hadir di dalamnya, namun berapa banyak perubahan lisan, akhlak dan adab setelah hadir ke majelis ilmu.
Pedulimu hanya sekedar di medsos.
Rutinitasmu update status medsos.
Ramahmu hanya sekedar di alam ghoib.
Doamu hanya ditulis di kolom komentar dan postingan di WhatsApp.
Namun, di kehidupan nyata bagaimana????.
Banyak yang hanya sekedar lipstik saja, agar nampak dan diakui sebagai salafi atau ngaji sunnah, sibuk di medsos dengan gabung di berbagai group dan halaman embel-embel manhaj salaf dan kajian sunnah, namun di kehidupan nyata sangat jauh dari kesibukan medsosnya, yang katanya sudah hijrah namun hanya sibuk dengan menyebarkan postingan yang banyak belum diamalkan.
Hadir di majelis ilmu itu harus ada pengaruh dan perubahan dari kita, jangan jadikan rutinitas saja.
Sibuk hadir ke majelis ilmu bahkan ada yang sudah puluhan tahun, namun masih suka PHP ketika berjanji, padahal PHP itu bukan sifat mukmin, tapi bahasa progamer (bikin website, dll)
PHP itu termasuk dari nifaq amali.
Jika yang katanya sudah hijrah dan sudah sibuk hadir di banyak kajian yang ada embel-embelnya sunnah atau tauhid atau apalah sebutan, namun setiap masuk bulan syawal yang nampak diperbaiki urusan dunianya lagi dan lagi, bagaimana nasib kaum muslimin yang belum 'ngaji'?.
Jika ngajimu berkualitas, bukan hanya sekedar mencari senang-senang dan rutinitas saja, maka pastilah ada berbagai perubahan kebaikan di keluargamu dan lingkunganmu, bahkan negaramu!.
Nasihat dari Al-Fakir saudaramu ini: "Alangkah baiknya orang yang baru hijrah untuk hadirnya kajian sirah Nabi Nabawiyah karena di pembahasannya lengkap termasuk ada tauhid, adapun yang sudah lama hijrah teruslah tetap belajar sirah Nabi, sahabat, para salaf, kisah Islam yang membuat kita ada suri teladan dari orang-orang baik agamanya yang sudah wafat dan ditambah belajar pembahasan kitab Talbis Iblis agar kita paham jebakan-jebakan Iblis yang menjerumuskan (walau sudah kenal ngaji sunnah bukan jaminan selamat dari jebakannya), ya betul ngaji pembahasan tauhid itu utama, namun Iblis lebih licik untuk menggelincirkan yang nampaknya sibuk ngaji tauhid end tauhid namun mudah dihancurkannya, nah di pembahasan kitab Talbis Iblis lah dan sirahlah biasanya akan sadar dan paham akan kadar diri kita (jangan masuk, nimbrung pada hal-hal yang kita belum memiliki ilmunya, lebih baik diam)".
Semoga renungan ini memberikan manfaat untuk kita semua dan sebagai bentuk cintaku (bukan hinaan) kepada antum/antunna sekalian karena Allah Ta'ala dimana pun berada.
بارك الله فيك
***
Disusun di bumi Allah - Kajen, Senin 3 Syawal 1444.
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




Posting Komentar