Wasiat Lukman Al-Hakim Kepada Anaknya

Table of Contents


Tidak ada wasiat yang paling mulia, kecuali wasiat untuk mentauhidkan Allah 'Azza wa Jalla.

Hal inilah yang dilakukan Lukman Al-Hakim kepada anaknya, yang mana wasiatnya diabadikan di dalam Al-Qur'an.

Allah Ta'ala berfirman:

 وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

"Dan ingatlah, ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”wahai anakku!, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan itu adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman: 13)

Beliau mewasiatkan kepada anaknya untuk menjauhi syirik, baik dalam berdoa maupun meminta kepada jin. Dan doa merupakan ibadah, doa adalah haknya Allah dan kewajiban hamba, dan tidak boleh berdoa kecuali hanya kepada Allah saja.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الدعاء هو العبادة

"Doa itu adalah ibadah". (HR. Tirmidzi)

Sehingga tidak boleh seorang hamba berhenti berdoa kepada Allah, karena jika doanya belum dikabulkan oleh Allah dia mendapatkan pahalanya dengan sebab doanya tersebut, karena doa adalah termasuk bagian ibadah.

Siapasaja yang meninggalkan berdoa kepada Allah, hakikatnya dia meninggalkan sebagian ibadah-ibadah yang ada.

Doa adalah bentuk permintaan dan rengekan hamba kepada Allah, dan siapasaja yang enggan merengek kepada Allah, maka dia adalah makhluk yang sombong.

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Posting Komentar