Ilmu Itu Sesuai Dengan Tingkat Kejujuran

Table of Contents





Keilmuan seorang hamba itu akan sesuai dengan tingkat kejujurannya;

1. Jujurnya kepada Allah Ta'ala, yaitu mentauhidkan-Nya itu benar atau pencitraan.

2. Jujurnya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu mengikuti contoh beliau itu benar atau pencitraan.

3. Jujurnya kepada para sahabat radhiallahu 'anhum, yaitu mengikuti pemahaman mereka itu benar atau pencitraan.

Orang yang mempermainkan kalimat "in syaa Allah" atau diucapkan namun hanya untuk dijadikan sebagai lipstik islami saja itu tidak akan berilmu, apalagi digunakan untuk ingkar janji.

Orang yang bermuka dua, penjilat dan tukang menumbalkan muslim yang lain itu tidak akan berilmu.

Orang yang durhaka kepada orangtuanya khususnya ibunya itu tidak akan berilmu.

Tukang fitnah, pendusta, tukang hasud dan tukang adu domba itu tidak akan berilmu.

Karena ilmu agama itu cahaya, Allah Ta'ala tidak akan memberikannya kepada orang yang hati dan lisannya gelap serta rusak.

مرتبة فهم الدين بحسب صدق لسانه

"Tingkatan pemahaman (keilmuan) agama seorang itu sesuai dengan tingkat kejujuran lisannya".

Bagaimana jika ada orang yang lisannya itu rusak, tukang fitnah, tukang dusta, tukang hasud, tukang adu domba dan bermuka dua itu bisa menjadi da'i?.

Dia itu tidak disebut sebagai orang yang berilmu, namun hanya memiliki wawasan saja, dan pengajarannya itu tidak lah akan menghasilkan apa-apa kecuali hanya kerusakan seperti hati dan lisannya.

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين


Posting Komentar