Lebih Jagalah Lisan Dan Amal Di 10 Hari Awal Dzulhijjah!
Setiap perkataan dan perbuatan yang baik pada 1-10 Dzulhijjah itu pahalanya lebih besar dan banyak.
Dan begitu juga setiap kejelekan yang diucapkan atau yang dilakukan oleh anggota badan yang lain itu ancamannya lebih keras dan dosanya lebih besar.
Ucapan "in syaa Allah" mu yang hanya untuk lipstik doang ketika engkau berjanji suatu hal maka di bulan yang lain itu berdosa dan merupakan sifat munafik, sebagaimana nasihat Al-Imam Ibnul Qayyim rahimullah dan termasuk juga perilakunya Yahudi (silahkan bacalah di Al-Baqarah), apalagi ucapan "in syaa Allah" ini engkau jadikan lipstik dalam janjimu agar nampak islami doang pada hari-hari 1-10 di bulan Dzulhijjah, maka ancaman siksanya lebih keras dan dosanya lebih besar.
Fitnahmu, adu dombamu, bermuka duamu, penjilatmu, mengorbankan dan menumbalkan saudara muslimmu untuk tujuan duniamu mulus, menusuk dari belakang saudara muslimmu, pengkhianatan amanahmu, menghancurkan nama baik dan kehormatan saudara muslimmu atau apapun kejahatan lisanmu pada hari-hari 1-10 di bulan Dzulhijjah, maka ancaman siksanya lebih keras dan dosanya lebih besar.
Dan setiap kezaliman yang dilakukan pada hari-hari 1-10 di bulan Dzulhijjah, maka ancaman siksanya lebih keras dan dosanya lebih besar.
Al-Imam Ibnu Baz rahimullah berkata:
سيئة في عشر ذي الحجة أشد و أعظم من سيئة في رجب أو شعبان
"Sebuah kejelekan yang dilakukan pada hari-hari 1-10 Dzulhijjah itu ancamannya lebih keras dan dosanya lebih besar dibandingkan sebuah kejelekan yang dilakukan di bulan Rajab atau pun Sa'ban." (Majmûl Fatâwâ, 3/388)
Ucapan dan perbuatan seorang hamba untuk lebih berhati-hati pada 1-10 Dzulhijjah, karena ia memiliki ilmu agama yang baik dan benar.
Bagaimana cara memiliki ilmu agama yang baik dan benar, agar jangan nampak sibuk hadir ke kajian saja?.
Belajarlah kepada seorang yang berilmu atau ustadz asli yang memperbaiki ilmu, iman, akhlak, lisan, janji dan muamalahmu (عالم ملة)!.
Jangan belajar kepada da'i yang nampak berilmu dan nampak membimbing umat, namun tak berani menasihati kekeliruanmu, ia hanya cari aman, nyaman dan mengikuti kemauan DKM, panitia kajian atau jamaah kajiannya saja (عالم أمة)!.
Dan yang lebih wajib engkau menjauh darinya yaitu dari da'i yang sudah jelas terbukti merusak kaum muslimin (Da'i ahlu fittan), nampak sudah lebih lama sibuk berdakwah namun hasil didikannya; menjadi manusia yang bermuka dua, penjilat, pecundang, pengecut, sales fitnah, sales adu domba, sales kezaliman-kezaliman tak mampu tabayyun dan yang sering ditemukan dari yang mengambil ilmu darinya adalah suami yang takut istri meskipun lisannya membantah "tidak takut istri kok" namun "semua keputusan harus musyarawah sama istri dulu," padahal ini hanya khilah saja dan tanda tauhidnya harus diperbaiki, kenapa nampak sibuk pada ngaji bertahun-tahun namun hasilnya demikian?.
Karena mengambil ilmu kepada da'i ahlu fittan yang dikuasai oleh istrinya.¹
Dari penilitian yang ada, bahwa orang-orang yang hadir di majelisnya itu ingin memperbaiki ilmu agama, namun mereka tak merasa bahwa sering kali kebencian pribadi kepada muslim lain atau bahkan kepada da'i yang lain itu dibawa menjadi pembahasan di majelisnya, dan hal itu dianggap bagian dari isi kajian atau penjelsan sebuah kitab (karena maaf jamaahnya berbaik sangka bahwa itu adalah bagian penjelasan ilmiah, eh tidak tahunya urusan dan kebencian pribadi kepada muslim lain yang dibawa ke sebuah majelis ilmu) ini lah yang banyak kaum muslimin tidak mengetahui dan merasakannya, sehingga mereka dirusak tanpa sadar. Ketika ada yang berusaha memperbaiki ilmu, iman, akhlak dan muamalah sesuai bimbingan ulama ahlu sunnah waljama'ah, disebut sebagai da'i keras, galak dan tak berperasaan.
Nanti dianggap tulisan ini dianggap keras, galak dan tak berperasaan? ^_^, jangan baperan dan lebay gitu ah, karena yang membuat rusaknya hati itu ya aslinya da'i mufsid atau ahlul fittan tersebut.
و الله ولي التوفيق
_____________________
¹ Tulisan ini untuk mengingatkan dan menolong kaum muslimin, agar jangan sampai keliru belajar kepada seorang da'i, walaupun ia itu adalah ustadz asli yang mampu membaca kitab arab gundul, namun ajaibnya hasil dididikannya memprihatinkan, yang belajar kepada ustadz yang asli saja bisa rusak, apalagi belajar kepada ustadz palsu yang tak tahu malu kadar ilmu agamanya, maka kerusakannya lebih sangat dahsyat dan mengerikan. Dan yang telah dibahas diatas itu terjadi di sebuah tempat tertentu dan kerusakannya sangat nyata, semoga di daerah lain tidak terjadi yang demikian.
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




Posting Komentar