Ketika Ada Kesulitan Disitulah Allah Mencintai Hambanya
Kecintaan Allah bukan hanya ketika seorang hamba memiliki harta benda yang mudah didapatkan.
Kecintaan Allah bukan hanya ketika seorang hamba mendapatkan kemudahan.
Kecintaan Allah bukan hanya ketika seorang hamba mendapatkan kesehatan.
Kecintaan Allah bukan hanya ketika seorang hamba memiliki kenikmatan yang dirasakan. Namun cinta dan kasih sayang Allah ketika seorang hamba diberikan ujian.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah mendapatkan kebaikan, maka ia akan diuji (mendapatkan sesuatu yang ia tak sukai).” (HR. Muslim)
Sesuatu yang tak mengenakan itu terbagi menjadi 2;
1. Ujian: kesulitan yang diberikan kepada hamba yang kesehariannya taat kepada syari'at Allah, tujuannya untuk meningkatkan iman dan ketaatannya.
2. Adzab (siksaan): kesulitan yang diberikan kepada hamba yang kesehariannya kurang menjalankan atau tidak menjalankan ketaatan kepada syari'at Allah, tujuannya agar seorang hamba yang melakukan kemaksiatan dan dosa, agar mau kembali ke jalan yang diridhai Allah.
Seorang wajib yakin bahwa dalam satu kesulitan ada dua kemudahan.
Allah Ta'ala berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥)إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)
“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-insyirah: 5-6)




Posting Komentar