Cara Mendapatkan Lezatnya Ibadah

Table of Contents


Setiap manusia ingin yang sudah ia kerjakan itu akan mendapatkan hasilnya. Baik dirinya itu pedagang, petani, pekerja, dan lain sebagainya.

Seorang mukmin haruslah merasa rugi, jika ibadah yang ia jalankan selama bertahun-tahun itu tidak mendatangkan hasil kebaikan dan tidak terasa lezat.

Apa penyebabnya ibadah seorang itu tidak terasa lezat dan otomatis tidak berkualitas?.

1. Sholat lima waktunya hanya rutinitas saja.

2. Menuntut ilmunya hanya karena senang-senang dan trend saja.

3. Puasa ramadhannya hanya karena musimnya saja.

4. Zakat dan qurban kalau tidak ingatkan, ya sering lewat begitu saja.

5. Berbakti kepada orangtua hanya menjadi pencitraan saja.

6. Umroh dan hajinya hanya bernilai piknik saja.

7. Tidak berani di atas kebenaran untuk mengatakan yang benar itu benar, yang salah itu salah.

8. Dan berbagai hal yang nampak di pandangan manusia itu ibadah, namun tidak terasa dampak kebaikannya.

Al-Imam Ahmad bin Harb rahimahullah menasihatkan:

عبدت الله خمسين سنة، فما وجدت حلاوة العبادة حتى تركت ثلاثة أشياء-

.تركت رضا الناس حتى قدرت أن أتكلم بالحق

.تركت صحبة الفاسقين حتى وجدت صحبة الصالحين

.تركت حلاوة الدنيا حتى وجدت حلاوة الآخرة

"Aku telah beribadah kepada Allah 50 tahun, namun aku tidak mendapatkan manisnya (lezatnya) ibadah sampai aku tinggalkan tiga hal:

- Aku tinggalkan ridhonya manusia, sehingga aku berani berbicara kebenaran (berani melakukan nahi mungkar).

- Aku tinggalkan teman-teman yang fasiq (ngakunya menyesal dan taubat dari dosa, tapi kembali melakukan lagi dan lagi) sampai aku mengganti teman-temanku yang baik agamanya.

- Aku tinggalkan rakus dalam urusan dunia, sehingga aku mendapatkan manisnya mengejar urusan akhirat (menuntut ilmu, sholat 5 waktu, puasa, zakat dan menjalankan amar ma'ruf dan nahi mungkar)." (Siyar a'lamin nubala, 11/34)

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Posting Komentar