Kemerdekaan Yang Sebenarnya
Kebanyakan dari rakyat negeri yang sama-sama kita cintai ini menganggap bahwa merdeka itu manakala mampu mengumpulkan banyak harta dan menikmatinya.
Orang di luar Islam beranggapan kemerdekaan itu adalah kehidupan bebas yang tidak terikat dengan aturan.
Kemerdekaan juga bukanlah slogan dari Iblis: "Muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk Surga."
Kemerdekaan yang sebenarnya adalah menjalankan ibadah agama yang telah ditetapkan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa adanya tekanan, ancaman dan pengaturan dari pihak luar.
Kemerdekaan yang sebenarnya adalah jika kita telah menunaikan 17 rakaat kewajiban sehari semalam sebagai seorang hamba Allah Ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah bersama-sama orang-orang yang ruku' (sholat berjamaah)."
Manakala seorang hamba bergelimang harta, tahta dan segalanya di dunia, namun ia berpaling dari ketaatan kepada Allah Ta'ala, maka sesungguhnya ia belum merdeka.
"Tujuan dari tauhid adalah terbebaskannya diri seorang dari perbudakan antar sesama manusia di kehidupan dunianya." (Nudzatun Fî 'Aqîdatil Islamiyyati)
Dan kemerdekaan adalah wujud dari menegakan tauhid dan penjajahan adalah lawan dari tauhid.
Semoga Allah Ta'ala menjaga dan memberkahi negara Indonesia. Âmin
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




Posting Komentar