Faidah Al-Fatihah Dalam Shalat
Kaum muslimin jangan sampai sampai tertipu dengan penampilan dan tutur kata yang secara dzahir baik.
Agama Islam telah mengajarkan tata cara yang terkecil sampai hal buang hajat saja diatur dalam Islam, baik keluar masuknya dan bagaimana di dalamnya.
Begitu juga dalam shalat lebih ada syarat dan rukun, dan membaca surat Al-Fatihah itu hukumnya wajib dalam shalat, barangsiapa yang tidak membacanya dalam shalatnya, maka shalat tidak sah.
Di dalam surat Al-Fatihah ada ayat yang tegas untuk berlepas diri dari mereka, yaitu firman Allah:
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
"Bukan jalannya mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalannya mereka yang sesat." (QS Al-Fatihah: 7)
Dalam ayat ini ada dua golongan:
1. Golongan yang dimurkai oleh Allah.
الْمَغْضُوبِ
Mereka adalah golongan yang Allah murka kepada mereka. Sifat dari mereka adalah orang yang telah berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya. Mereka itu adalah Yahudi dan yang sejalan dengan perilaku mereka dari umat ini yang memiliki sifat yang sama, memiliki ilmu namun tak mengamalkan ilmunya, sifat mereka itu seperti Yahudi.
2. Golongan yang sesat.
الضَّالِّين
Secara umum lafadz ini untuk Nasrani dan mereka adalah merasa menjalankan ibadah, namun tidak memiliki ilmu. Mereka nampak beribadah kepada Allah, namun seenaknya sendiri dengan membuat amalan tanpa contoh dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan mereka masuk ke dalam golongan yang sesat. Karena mereka sibuk dengan ibadah namun meninggalkan ilmu. Bahkan mereka sampai mengatakan bahwa dengan belajar malah bisa melalaikan dari ibadah.
Orang beriman pastilah akan menjauh dari orang-orang yang Allah murka kepada mereka.
Jangan tertipu dengan ketokohannya atau gelar akademiknya yang panjang bahkan Profesor sekalian, jika menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah di atas pemahaman sahabat yang sebenarnya maka wajib ditinggalkan, siapa pun dirinya.
Tak pantas seorang bermesraan dengan orang-orang yang Allah murkai dan membuat sedih kaum muslimin yang tertindas.
Sikap seorang mukmin itu sebagaimana firman Allah:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia (para Sahabat) adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (QS. Al-Fath: 29)
Akhlak seorang mukmin itu keras terhadap orang-orang kafir dan sayang serta lemah lembut dengan sesama.
Hati-hatilah wahai kaum muslimin dimana pun anda sekalian berada dari yang mengaku Islam Nusantara yang hakikatnya liberal.
Kalau ada Islam Nusantara, lalu:
Pedoman kitabnya apa?.
Nabinya siapa?.
Bacaan dalam shalatnya bagaimana, dengan bahasa apa?.
Mereka ikut siapa?
Lalu meninggal dunia dengan syariat siapa?.
Sementara Islam Nabinya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Beliau orang arab. Bahkan kita harus mencintai orang arab, karena Nabi orang arab.
Nabi shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
تبغض العرب فتبغضني
“Engkau membenci Arab, maka engkau membenciku.” (HR. At-Tirmidzi no. 3927 dan Al-Hakim)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إن الله اصطفى كنانة من ولد إسماعيل، واصطفى قريشا من كنانة، واصطفى من قريش بني هاشم، واصطفاني من بني هاشم
“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari anak keturunan Isma’il, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan memilihku dari Bani Hasyim.” (HR. Muslim)
Syaikhul Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
الذي عليه أهل السنة والجماعة اعتقاد أن جنس العرب أفضل من جنس العجم : عبرانيهم ، وسريانيهم ، رومهم ، وفرسهم ، وغيرهم .
وأن قريشا أفضل العرب ، وأن بني هاشم أفضل قريش ، وأن رسول الله صلى الله عليه وسلم أفضل بني هاشم ، فهو أفضل الخلق نفسا ، وأفضلهم نسبا .
وليس فضل العرب ، ثم قريش ، ثم بني هاشم ، بمجرد كون النبي صلى الله عليه وسلم منهم - وإن كان هذا من الفضل - بل هم في أنفسهم أفضل ، وبذلك ثبت لرسول الله صلى الله عليه وسلم أنه أفضل نفسا ونسبا
“Ahlu sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa jinsul Arab lebih utama dari jinsul Ajam, meskipun ia berasal dari Ibrani, Suryani, Romawi, Persia dan lainnya. Quraisy adalah sebaik-baik Arab, Bani Hasyim adalah sebaik-baik Quraisy dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebaik-baik Bani Hasyim. Beliau adalah makhluk yang paling utama dan berasal dari nasab yang terbaik.Rasulullah berasal dari keturunan Arab, Quraisy, Bani Hasyim bukanlah satu-satunya alasan kenapa bangsa tersebut memiliki keutamaan, meskipun ini juga terhitung sebagai keutamaan. Namun bangsa itu sendiri memang memiliki keutamaan, oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki dua keutamaan yaitu manusia yang paling utama dari sisi pribadi dan nasab.”
تفضيل الجملة على الجملة لا يستلزم أن يكون كل فرد أفضل من كل فرد ، فإن في غير العرب خلقا كثيرا خيرا من أكثر العرب ، وفي غير قريش من المهاجرين والأنصار من هو خير من أكثر قريش ، وفي غير بني هاشم من قريش وغير قريش من هو خير من أكثر بني هاشم
“Melebihkan keutamaan suatu bangsa secara global tidak melazimkan setiap individu (dari bangsa tertentu) lebih utama dari individu (di luar bangsa tersebut). Sebab begitu banyak orang non Arab lebiht baik dari kebanyakan orang Arab. Kaum Muhajirin dan Anshar non Quraisy lebih baik dari kebanyakan orang Quraisy, juga terdapat banyak orang-orang di luar Bani Hasyim dan Quraisy yangt lebih baik dari kebanyakan Bani Hasyim.” (Majmu’ Al-Fatawaa)
Dan ingatlah saudaraku dimana pun anda sekalian berada, bahwa Al-Qur'an itu berbahasa arab, masa kita mau membenci bangsa arab?.
Jangan mau!.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab agar kalian dapat memahami.” (QS. Yusuf: 2)
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




Posting Komentar