Romantis Itu Sunnah Nabi
Betapa engkau sering mendapati seorang istri bertanya kepada seorang ustadz ketika sesi tanya jawab dengan berbagai ungkapan: "suami saya begini ustadz bagaimana ya...?" atau ungkapan yang lain.
Perlu diingat wahai para suami, bahwa suami yang romantis itu tidaklah akan dikeluhkan oleh pasangannya, bahkan sebaliknya ia akan dibanggakan. Dan seorang istri yang bangga dengan suaminya tidak akan mengeluh apapun dan kepada siapapun.
Istri yang suaminya romantis itu menjadikan wanita tersebut sebagai orang yang kuat, tegar, tahan banting, karena tiap hari dirinya merasa bahagia dengan ungkapan dan perilaku dari pangerannya.
Romantis itu mendatangkan kebahagiaan di dalam kehidupan rumah tangga, dan sebaliknya pasangan yang lempengan dan cuek dengan ungkapan atau perilaku yang mendatangkan rasa senang pada bidadari dunianya, maka dikemudian hari akan terjadi keretakan rumah tangga.
Romantis itu peringai dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, oleh karenanya siapa saja yang dirinya romantis kepada bidadari dunianya maka ia telah berusaha mengikuti apa yang beliau lakukan kepada istri-istrinya, dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Beliau tentu akan berbuah kebaikan dan pahala.
Salah satu contoh romantisnya Nabi shallallahu 'alaihi wa Sallam: ketika Beliau marah kepada 'Aisyah, maka beliau memanggil istrinya tersebut untuk mendekat, dan setelah mendekat dipeluknya 'Aisyah oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau membisikan "Marahku hilang dengan memelukmu."
Wahai suami panggilah istrimu dengan panggilan yang menyenangkan hatinya, sehingga ketika engkau mendidik dirinya ia akan mudah nurut dan menerima ucapanmu dan nasihatmu.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki sifat:
1. Lembut.
2. Tegas.
3. Keras.
4. Bercanda.
5. Romantis (untuk istri-istrinya).
Seorang suami yang mengaku mencintai Nabi dan mencontoh Beliau, tentu harus berusaha bagaimana istrinya bahagia dengan ucapan, candaan dan perhatiannya.
Misal, manakala seorang suami memiliki sifat lempengan dengan satu sifat saja, lalu ia berasalan "saya tidak bisa bercanda ke pasanganku apalagi romantis", maka ini adalah kekeliruan karena para sahabat sebelumnya banyak dari kalangan yang jahat belajar Islam merubah mereka menjadi lebih baik peringainya, lalu kenapa engkau wahai laki-laki yang Islam dari lahir masih saja beralasan bahwa sifat lempengan ke bidadari duniamu adalah sifat bawaan dari lahir.
Jika engkau wahai para suami benar dalam mencintai Nabi shallallahu 'alaihi sallam tentu akan terus berusaha belajar dan merubah dirimu dari sikap yang lempengan ke pasanganmu menjadi sikap yang benar-benar mencontoh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau sembilan istri saja mampu romantis, masa engkau yang satu istri tidak bisa romantis, ya kan!?.
Romantis kepada bidadari duniamu itu tak membutuhkan modal atau materi besar.
•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




Posting Komentar