Tahun Baru Itu Tanda Berkurangnya Umur

Table of Contents

 







Jika seorang hamba diberikan jatah umurnya 90 tahun maka setiap detik, jam, hari, pekan, bulan, dan pergantian tahunnya adalah tanda berkurang umurnya dan mendekat menuju kematiannya.

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Ali Imran : 185)

Tak elok seorang hamba malah menghabur-haburkan uang dan tenaganya untuk merayakan pergantian tahun, sementara sesungguhnya jatah umurnya semakin berkurang. Dan lebih mirisnya bukan hanya ia termasuk bagian orang-orang yang menghabur-haburkan harta, namun ia menyerupai kebiasaan orang-orang kafir.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara Syaiton, dan Syaiton itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra : 27)

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”(HR. Abu Dawud, Al-Libas, no. 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih, no. 3401)

Semakin banyak kaum muslimin merayakan pergantian tahun, maka disitulah kaum kuffar senang karena kebiasaan mereka diikuti oleh orang-orang yang beragama Islam. Kaum muslimin sibuk membeli:

1. Meniup terompet, sementara hal ini adalah kebiasaan Yahudi, lalu untuk apa kaum muslimin meng-amin-kan setiap selesai membaca surat Al-Fatihah dan juga mengaku mendukung saudara kita di Palestina, namun perilaku penjajah mereka diikuti dan ditiru?!.

2. Menyalakan petasan, sementara hal ini adalah kebiasaan orang-orang di luar Islam untuk mengganggu ibadah kaum muslimin, namun sekarang kaum muslimin mengikutinya, bagaimana Allah segera menurunkan pertolongannnya?.

3. Membuang harta dengan percuma, sementara hal itu adalah perbuatan Syaithon.

4. Bergadang sampai larut malam bahkan sampai pagi demi merayakan pergantian tahun baru, dan sholat subuh yang wajib dikerjakan malah terlalaikan. 

Inilah jebakan Iblis agar seorang muslim yang merayakan tahun baru itu tak ingat akan kematian, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita semua untuk banyak mengingat kematian.

 أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad)

Wahai saudaraku kaum muslimin, bahwa pergantian tahun baru adalah tanda berkurangnya umur kita, seharusnya semakin mendekat kepada Allah dan berbekal ketaqwaan yang  berkualitas agar bahagia di akhirat kelak, bukan malah foya-foya dan pesta pora.

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Posting Komentar